UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Profesional · Unggul · Berdaya Saing · Berkolaborasi · Berinovasi
|

USTJ dan YBTI Himpun Dukungan Lintas Sektor untuk Pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu di Koya Koso

5
Akun Administrator 03 September 2026
Berita

Jayapura, 3 September 2026 – Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bersama Yayasan Bhinneka Tunggal Ika (YBTI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sekolah Rakyat Terpadu Bhinneka Tunggal Ika di Hotel Suni Abepura, Kamis (3/9). Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan guna membahas kesiapan pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu yang direncanakan berlokasi di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif YBTI dan USTJ yang turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat Papua melalui konsep Sekolah Rakyat Terpadu.

Ketua Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Jayapura, Drs. M. Ali Kastella Bay, M.MT, menjelaskan bahwa gagasan pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu merupakan bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Papua. Menurutnya, YBTI memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan sejak berdiri pada tahun 1984, termasuk melalui pengelolaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura serta berbagai program pendidikan lainnya di Tanah Papua.

Dalam laporannya, Ketua YBTI juga menyampaikan bahwa yayasan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih tujuh hektare di kawasan Koya Koso sebagai lokasi pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu. Berbagai tahapan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah telah dilakukan, termasuk pemenuhan dokumen kesiapan pembangunan (Readiness Criteria) yang saat ini masih terus diproses bersama berbagai pihak terkait.

Forum diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari perspektif sosial, kesiapan tata ruang dan pemanfaatan lahan, hingga konsep perencanaan dan desain kawasan pendidikan berbasis Eco-Living School. Para peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur, lingkungan, sistem pengelolaan, serta dukungan layanan pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah tersebut.

Rektor USTJ beserta tim Pusat Studi Infrastruktur Lingkungan Berkelanjutan FTSP-USTJ turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari dukungan akademik terhadap proses perencanaan dan pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat aspek kajian, perencanaan kawasan, serta pengembangan model pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Papua.

Melalui FGD ini, para peserta berhasil mengidentifikasi sejumlah kebutuhan strategis yang perlu dipersiapkan, antara lain penyelarasan tata ruang, percepatan dokumen kesiapan pembangunan, penyediaan infrastruktur dasar, serta penyiapan sumber daya manusia dan tata kelola sekolah. Hasil diskusi akan menjadi bahan rekomendasi dan rencana tindak lanjut bagi pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu Bhinneka Tunggal Ika di Koya Koso.

Ketua YBTI berharap forum ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan kualitas hidup generasi muda Papua.

"Sekolah Rakyat Terpadu ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus mempersiapkan generasi Papua yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan," ungkapnya.

Penulis: Humas dan Kerja Sama USTJ